TANYA 5 O PADA APOTEKER

Apa Saja Yang Harus Ditanyakan Pada Apoteker Ketika Menerima Obat?

Sosialisasi GeMa CerMat atau Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat dengan tema “Tanya 5 O”. Sosialisasi GeMa CerMat dilakukan menggunakan metode penyuluhan melalui kegiatan Penyuluhan Pra Pelayanan pada Senin, 7 Agustus 2024.  Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih aktif mencari informasi tentang obat baik kepada tenaga kesehatan khususnya tenaga farmasi, maupun dari sumber informasi lainnya yang valid dan dapat dipercaya, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap obat yang sedang dikonsumsi. “Tanya Lima O” merupakan 5 (lima) pertanyaan minimal yang harus terjawab atau diketahui sebelum seseorang mengonsumsi obat yaitu:

  1. Obat ini apa nama dan kandungannya? Masyarakat harus dapat mengenali jenis obat apa yang akan dikonsumsi berupa nama obat dan/atau kandungannya. Harapannya masyarakat tidak hanya sekedar mengingat warna kemasan atau warna obatnya, namun mampu mengenal dan membedakan obat generik dan obat dengan nama dagang beserta kandungan obat atau zat berkhasiat.
  2. Obat ini apa khasiat/indikasinya? Masyarakat harus mengetahui khasiat dan tujuan pemberian obat tersebut.
  3. Obat ini berapa dosisnya? Masyarakat harus mengetahui dosis obat yang diterima dan/atau akan dikonsumsi supaya ketika melakukan control rutin atau kunjungan selanjutnya, masyarakat tahu apakah obat dinaikkan atau diturunkan dosisnya. Selain itu diharapkan masyarakat memahami bahwa efek yang dihasilkan suatu obat di dalam tubuh tergantung dosisnya. Obat yang diberikan dengan dosis berlebih dapat melampaui ambang batas keamanan, sedangkan dosis kurang dapat menyebabkan efek terapi tidak tercapai.
  4. Obat ini bagaimana cara menggunakannya? Tidak semua obat digunakan dengan cara diminum, namun ada berbagai bentuk sediaan obat, seperti tetes mata, tetes hidung, suppositoria, semprot hidung, salep kulit, salep mata, ovula, sirup, tablet, kapsul, dan sebagainya. Bentuk sediaan obat mempengaruhi rute pemberian obat, contohnya suppositoria diberikan melalui anus. Obat juga hendaknya digunakan pada durasi waktu yang sama dalam satu hari. Misalnya obat harus digunakan 3 kali sehari, seharusnya digunakan setiap 8 jam (24 jam dibagi 3). Hal ini untuk memastikan obat tersedia dalam darah dengan kadar yang merata dalam satu hari. Dengan demikian efek pengobatan diharapkan dapat tercapai sesuai tujuan.
  5. Obat ini apa efek sampingnya? Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping tertentu yang seringkali tidak diharapkan Masyarakat diharapkan mengetahui efek samping yang mungkin timbul akibat mengonsumsi obat tertentu sehingga kejadian tidak diharapkan dapat dihindari, seperti ada obat yang mempunyai efek samping mengantuk, sehingga harus menghindari berkendara jika sedang mengonsumsi obat tersebut. Ada obat yang dapat mengiritasi lambung, sehingga harus digunakan setelah makan. Reaksi alergi juga merupakan efek samping obat. Masyarakat hendaknya waspada terhadap efek samping obat, jika dirasakan ada efek samping, penggunaan obat dihentikan, segera konsultasi dan melapor pada fasilitas kesehatan terdekat.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT